Pencak silat merupakan salahsatu kebudayaan bangsa indonesia yang diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang kita. Namun seiring perkembangan jaman, pencak silat asli pun kini telah dimodifikasi ulang oleh orang – orang yang ahli dalam seni pencak silat sehingga terbentuklah berbagai aliran baru dalam dunia beladiri. Namun dimanakah pencak silat asli yang belum termodifikasi?
(Sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa yang dimaksud pencak silat asli disini ialah pencak silat yang orisinil dan belum pernah mengalami perubahan, baik dalam bentuk serangan, pertahanan, kuda – kuda, dan yang lainnya. Ini versi saya loh ya…!!šŸ˜Ž )
Sebenarnya mungkin pencak silat asli memang masih banyak yang menguasainya, hanya saja sulit bagi kita untuk menemukan orang yang benar – benar menguasai seni tersebut. Kalaupun kita bisa menemukan orang tersebut, belum tentu ia mau membagi ilmunya kepada kita. Ada beberapa alasan yang membuat mereka enggan untuk menurunkan ilmunya kepada orang lain, diantaranya (menurut saya) :
1. Takut ilmunya disalahgunakan 2. Sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk sehingga ia tidak punya waktu untuk mengajari silat
3. Ada juga yang beranggapan kalau sekarang bukan jamannya lagi untuk mempelajari pencak silat karena jamannya sudah aman.
> Menanggapi alasan pertama mungkin benar. Karena jujur saja, dulu sewaktu saya pertama kali belajar seni pencak silat, saya jadi gampang emosi dan menganggap orang lain lemah. Tapi kalau kita mempelajari pencak silat (paling tidak) setengahnya saja, kita sudah mampu meredam amarah, bahkan kita takut untuk berbuat salah pada orang lain. Kita juga akan merasakan khawatir apabila bertemu musuh, takutnya dia lebih hebat dari kita. Ibarat pepatah didesa saya yang bunyinya gini: “Orang belajar silat itu ibarat tanaman padi, apabila padi tersebut masih muda dan belum berisi, maka padi tersebut akan selalu tegak menghadap keatas, namun bila padi tersebut sudah tua, kuning dan berisi, maka padi tersebut akan menjuntai kebawah. Sama halnya dengan kita, bila kita mempelajari silat hanya sebagian saja, maka kita akan selalu merasa hebat dan sombong, namun bila kita menguasai minimal setengah ilmu silat tersebut, maka kesombongan dan rasa takabur itupun sirna.
> Untuk alasan yang kedua juga bisa kita mengerti, meskipun mereka pandai dalam beladiri, tapi mereka juga punya kewajiban menafkahi keluarganya.
> Nah, yang ketiga ini yang membuat saya kurang setuju, bagaimanapun pencak silat adalah seni dan kebudayaan yang diwariskan para leluhur kita, istilahnya mah kalau warisan harta mah bisa habis, tapi kalau warisan ilmu sampai kapanpun akan terus ada. Jadi tergantung orang yang mau belajar silat, kalau ia belajar silat untuk berkelahi, jelas salah. Tapi kalau mereka menganggap pencak silat adalah seni yang sangat berharga dan harus dilestarikan, maka itu baru benar! Hehee…. ;-P
Dimana Kita Bisa Menemukan Pencak Silat Yang Benar – Benar Orisinil?
Umumnya pencak silat orisinil dapat kita jumpai di pedesaan, karena mereka masih mempertahankan adat dan kebudayaan daerah. Tapi untuk menemukan orang yang ahli dalam seni pencak silat, kita harus mencari tahu dengan seksama, soalnya mereka nggak membuka perguruan. Bahkan kalaupun kita sudah menemukan orangnya, belum tentu orang tersebut mau mengajari kita, jadi sebisa mungkin kita harus membujuk dia! Sebenarnya sich didaerah saya masih banyak yang menguasai silat, tapi ya itu…, mereka nggak mau terbuka! Tapi tenang…., ada beberapa tips yang bisa anda lakukan, tips tersebut akan saya jelaskan nanti, OKE saudara – saudara?
Sekiranya itu saja yang bisa saya sampaikan (bahasanya kaya lagi pidato aja ya? ;-P ). maklum…, otak saya belum dicharge, jadi susah mikir! Kasih comment dong mas/mbak, ntar saya doain biar cepet sukses deh! Amin….. 100x.

About aswiralodra

Hidup selalu penuh perjuangan!

4 responses »

  1. aswiralodra says:

    Wahh…, jujur saja saya sgt kagum dan tertarik sama anda, ternyata umur tak menjadi halangan bagi anda. Saya jadi ingin mengenal anda lebih dekat lagi! Salam Pencak Silat….

  2. Asep M says:

    Terima kasih untuk pencerahannya, Mas… Saya semakin bersemangat untuk mulai mencari perguruan Pencak Silat, yang tidak semata-mata menonjolkan gerakan-gerakan/manuver-manuver yang akrobatik seperti itu. Salam Pencak Silat!šŸ™‚

  3. aswiralodra says:

    @ Mas Asep M

    Akhirnya ada juga yang suka ama artikel ini!
    Sepanjang saya menekuni dunia silat, saya nggak pernah ngeliat teknik silat yg menggunakan lompatan, apalagi sampai setinggi itu. Menurut saya resikonya sangat besar dan amat fatal. Menurut guru saya, dulu ada seorang pendekar china datang kedaerah saya, dia menantang seseorang yg bernama Ki Karsem (dia adalah kakeknya guru saya), singkat cerita pertarunganpun terjadi, tiba2 aja pendekar china tersebut melompat keatap rumah lalu turun sembari menyerang Ki Karsem, dgn santai Ki Karsem menghindari serangan tersebut dan mendapatkan cuma satu pukulan di areal perutnya, seketika itu pula si pendekar tergolek tak berdaya. Itulah resiko serangan atas! Tp saya tidak mau bilang kalau MP itu nggak asli. Semua silat sama, cuma bedanya yg sudah di modif dan belum, Hehee…šŸ™‚
    Saya sendiri orang Indramayu, dan saya juga sedang hunting pencak silat ASLI, untuk dilestarikan!

  4. Asep M says:

    Artikelnya menarik. Saya juga pengen banget bisa silat, terutama yang ASLI (menurut versi Anda). Saya pernah belajar (lebih tepatnya ngicip2) MP, tapi cuman dapet sebulan. MP, menurut saya gak terlalu asli, ya, soalnya saya pernah liat pelatihnya sendiri pake tendangan “roundhouse kick”, sambil loncat tinggi banget lagi. Kalau silat yg asli, gak pake tendangan kayak gitu kan?
    Boleh tau, tinggal dimana bro? Saya sendiri tinggal di Bandung, pengen masuk Panglipur, Mande Muda, Margaluyu, atau Tadjimalela (tiga2nya masih asli kali) tapi pengen yang ada TD-nya, kayak Nampon Tri Rasa. Cuman, masalahnya susah nyari alamat tempat latihan (terutama Panglipur & Mande Muda). Mumpung abis Lebaran, mungkin sudah pada buka latihan & nerima murid baru. Oya, umur saya dah 35 nih, ketuaan kali ya? Hehe… Dulu saya pernah di Karate (INKAI), sampe kyu 5/sabuk biru.

    Makasih buat artikelnya, dan mohon info lebih lanjut.

Silahkan Tulis Komentar....!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s