Dalam artikel saya disini:
https://aswiralodra.wordpress.com/2010/08/21/asal-usul-jenglot-menguak-misteri-jenglot/
banyak sekali yang mengatakan kalau mereka tidak percaya, bahkan adapula yg beranggapan kalau percaya sama hal mistik itu musyrik. Benarkah hal tersebut? Mari kita bahas antara Mistik dan Musyrik
Menurut saya, seseorang dikatakan musyrik apabila ia tidak mempercayai adanya Allah atau mempercayai hal lain sebagai Tuhan selain Allah SWT. Nah, kalau kita mempercayai hal mistis apakah bisa disebut musyrik? Menurut saya justru yg bilang musyrik itu tidak mengerti batasan musyrik. Allah mewajibkan kepada setiap manusia untuk mempercayai hal yang berbau mistik atau gaib. Hal ini dipertegas lagi dengan banyaknya kisah – kisah yg mengandung hal mistis dalam al-qur’an. Contoh, cerita Nabi Ibrahim ketika ia hendak memindahkan singgasana ratu bilqis ke istananya. Yang memindahkan singgasana tersebut adalah rakyatnya dari bangsa jin. Trus ada cerita tentang Nabi Musa yang kalau nggak salah waktu itu ditantang oleh penyihir fir’aun yg mampu merubah tambang menjadi ular, kemudian Allah memberikan mu’jizat kepada Nabi Musa untuk bisa merubah tongkatnya menjadi ular yang sangat besar. Bahkan dalam cerita para wali sekalipun tidak lepas dari hal berbau mistis. Contoh, kisah seorang wali yang mampu merubah pusaran air dilaut menjadi keris, kemudian keris tersebut dinamai keris kala munyeng. Pokoknya banyak sekali deh kisah mistis yg erat kaitannya dengan Agama Islam. Lha wong Allah saja mewajibkan kita buat percaya dgn hal mistis, percaya kepada setan, percaya kepada mu’jizat, percaya kepada keajaiban, dan percaya kalau tiada Tuhan selain Allah.
Nah, setelah anda membaca artikel ini. Masihkah anda (orang – orang yang nggak percaya hal mistis, setan, dll) mengatakan kalau saya musyrik kalau saya percaya dengan hal mistis? Lalu, kalau orang yg percaya hal mistik itu disebut musyrik, yang nggak percaya lantas disebut apa? Munafik? Atau (maaf) murtad karena tidak mempercayai Al-qur’an? Lah wong orang barat aja mulai percaya dgn hal mistis, bahkan amerika saja sudah menggunakan pengetahuan mistis seperti terawangan dan teleport untuk memperkuat pertahanan negaranya. Nggak percaya? Cari di google!
Batas musyrik itu tergantung kita sendiri, kalau kita percaya terhadap hal gaib kemudian memuja hal gaib tersebut, itu baru namanya musyrik. Tapi kalau kita percaya hal mistik dan kekuatannya namun mempercayai kalau tiada kekuatan yg paling dahsyat kecuali kekuatan Allah dan tidak mengagungkan kekuatan mistik tersebut, itu bukan musyrik, malah wajib. Untuk menghindarkan kita dari kemusyrikan. Wallahu’alam…
Maaf kalau ada yg tidak berkenan..

About aswiralodra

Hidup selalu penuh perjuangan!

One response »

  1. CLAZZ says:

    bukan nabi ibrahim tp nabi suleman yg pngn memindahkan singgasana ratu balqis dan yg berhasil memindahkan bukan jin tp manusia.

Silahkan Tulis Komentar....!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s