Bertahun – tahun saya mempelajari pencak silat asli dari kota kelahiranku, pencak silat dari Indramayu. Sayang, tidak seperti perguruan pada umumnya yang selalu menuntun muridnya. Disini saya dilatih dengan hanya dikasih gambaran sederhana dari sebuah jurus dan tidak pernah dikasih tahu seperti apa gerakan dari jurus tersebut. Saya hanya diberi tahu 2 atau 3 gerakan saja, selebihnya saya harus memecahkannya sendiri lalu menunjukkan kepada guru saya apa yang saya bisa fahami. Baru setelah bertahun – tahun saya dikasih tahu gambaran jelas dari jurus – jurus tersebut. Ya, meskipun hanya sebuah gambaran. Biasanya setiap kali saya dilatih, guru saya selalu hanya menunjukkan posisi siap bertarung dan sedikit sekali gerakan. Dan saya harus bisa membaca kemana arah serangan dari posisi tesebut dan seperti apa pertahanannya. Sungguh rumit, tapi saya sangat suka. Entah kenapa saya merasa cocok berguru disini. Padahal saya pernah memasuki beberapa perguruan besar, tapi cuma disini saya bisa merasa nyaman. Sebenarnya saya tahu, prinsip dari Pencak Silat Asli Indramayu adalah harus mampu membaca setiap gerakan yang akan dilancarkan musuh hanya dengan melihat posisi bertarungnya. Cuman ada satu hal yang selalu mengganjal dalam pikiran saya, yaitu sedikit sekali serangan yang tidak berbahaya. Kebanyakan gerakannya itu mematahkan dan membunuh lawan. Bahkan menurut pengakuan adik seperguruanku, dia pernah mematahkan tangan musuh tanpa disengaja. Benar atau tidak itu yang dia katakan padaku. Kemudian saya mencoba mengkombinasikan beberapa gerakan yang aman pada jurus – jurus yang saya pelajari, meskipun sebenarnya guru saya melarang saya melakukan hal tersebut. Tapi mau gimana lagi? Saya nggak tega kalau harus mematahkan tangan orang, apalagi membunuh. Gimana kalo saya dalam posisi dia? Sengsara seumur hidup dong..
Oke, uraian diatas hanya sekelumit curhat tentang pengalaman saya belajar beladiri disini. Kita mulai saja membahas gambaran singkat tentang Pencak Silat Asli Indramayu. Perlu diketahui bahwa pencak silat ini hanya dimiliki oleh sebagian orang di desa saya saja, bukan seluruh Indramayu. Bahkan didesa tetanggapun sangat jarang sekali yang menguasainya, karena Pencak Silat ini asli dari desa saya.

Sejarah Singkat Pencak Silat Asli Indramayu
Menurut cerita dari guru saya, awalnya pencak silat ini dibawa oleh seorang panglima perang wanita yang kala itu pasukannya kalah dalam peperangan. Lalu ia kabur hingga sampai ke desa saya, didesa saya ia kemudian dikasih bantuan oleh maha guru saya, yaitu almarhum Ki Masdin yang akrab disapa Ki Karsem. Singkat cerita maha guru saya berguru pada wanita tersebut hingga tuntas dan diwarisi beberapa ajian juga dua kitab yang ia dapatkan dari hasil bertualang. Ajian yang ia ketahui diantaranya Ajian Batara Karang (saya tidak tahu apa beliau mengamalkannya atau tidak), Ajian Braja Musti, Ajian Bandung Bondowoso, riyak sebandem dan masih banyak lagi yang tak perlu saya sebutkan. Dan dua kitab itu adalah kitab hitam dan kitab putih. Kemudian ia mewariskannya pada beberapa anaknya, dan saya berguru pada cucunya.

Jurus – jurus yang diwariskan
Jurus yang diwariskan hanya tiga, yaitu Lengkah 3, Lengkah 4 dan Lengkah 5. Tapi jujur, saya tidak pernah menguasai Lengkah 5 yang katanya mirip kalong (kelelawar) secara tuntas, terlalu mematikan, nggak ada gerakan yang nggak mematikan, juga butuh latihan yang super berat. Saya harus mampu berdiri diatas seutas tali dan tidur terlentang diatas satu bambu yang berdiri. Saya sendiri tidak pernah melatih fisik saya karena tak pernah diwajibkan sebelumnya. Tapi baru – baru ini guru saya menyuruh saya melatih fisik saya, cuman masalahnya saya sudah nggak ada waktu. Maklum, umur saya sudah 22 tahun, waktunya memikirkan usaha.

Serangan dan Pertahanan Pada Pencak Silat Asli Indramayu

Lengkah 3
pada jurus ini, setiap posisi pada tubuh kita harus benar – benar pas, bahkan telapak kakipun harus berada pada posisi tepat, tidak boleh terlalu membuka atau menutup, jari – jari kitapun dilarang untuk menganga, kecuali pada gerakan tertentu, dan Ini berlaku pada setiap jurus, tapi Lengkah 3 ini yang paling rewel. Dan khusus jurus ini, diutamakan sekali untuk menutup semua titik serangan pada tubuh kita, posisi kakipun tidak boleh sejajar, salah satu kaki harus berada dibelakang kaki lainnya. Posisi kuda – kuda juga tidak boleh terlalu lebar, tapi posisi tubuh harus selalu rendah. Penyerangan pada jurus ini mengutamakan penggunaan sikut yang terarah dan selalu menerobos pertahanan musuh, meskipun harus mengambil resiko terpukul. Serangan kunciannya kebanyakan mematahkan tangan dan selalu menyerang area tubuh yang sangat rentan. Pukulannya harus cepat dan tidak boleh memukul dengan posisi siku lurus. Area serangannya dari semua arah, tengah, samping bawah, dan atas. Satu pukulan masuk ketubuh lawan, maka sikut dan tangan akan terus dilancarkan sampai musuh jatuh sekalipun.

Lengkah 4
Lengkah 4 memiliki posisi bertarung yang hampir sama dengan Cimande, yang membedakan adalah penggunaan kakinya. Lengkah 4 selalu memasuki pertahanan kaki musuh untuk kemudian menjatuhkannya. Bukankah manusia ibarat sebuah kerucut yang dibalik? Penggunaan jurus ini sangat tepat bila digunakan dalam posisi dikeroyok, hanya butuh beberapa detik untuk menjatuhkan 5 orang.

Lengkah 5
Jurus ini tidak terlalu saya pahami, tapi yang jelas jurus ini selalu berusaha melipat tubuh musuh, meskipun pada posisi melompat sekalipun. Jurus ini punya naluri untuk membunuh, makanya setiap gerakan akan sangat mematikan. (Layaknya Kelelawar).
Kiranya hanya itu yang bisa saya sharing buat anda, selebihnya saya tidak berani membukanya, saya takut dimarahi guru saya. Yang jelas, dari ketiga jurus diatas, semuanya mematikan dan rasanya tidak mungkin saya menggunakannya meskipun (maaf) seandainya saya ditantang dan hampir kalah sekalipun, kecuali jiwa saya terancam. Itupun kalo saya berani melawan. Jujur, saya ini seorang penakut, saya selalu gentar jika menghadapi musuh..
Terima Kasih…

About aswiralodra

Hidup selalu penuh perjuangan!

21 responses »

  1. Hafidz says:

    Punten, mas mau tanya, kalau tempat latihan silat daerah indramayu kota dimana ya, saya ingin ikut belajar silat

  2. dimas wicaksono says:

    punten. ari tempat perguruane ning ndi ya.. qt pengen belajar

  3. dimas wicaksono says:

    punten. ari trmpat perguruane ning ndi ya.. qt pengen belajar

  4. Aji says:

    punten kang kula wong penganjang kepengen bisa silat asli indramayu .

    by aji

  5. Wiwin says:

    punten kang kalo boleh tau tempat latihannya di mana ya.
    Kalo boleh saya minta izin utuk pembuatan film dokumenter tentang pencak silat ini.
    Terima kasih

  6. Andri Wijaya says:

    punten kang..
    kula pgen bljar bela diri khas indramayu?
    ūüôā

  7. iyas says:

    Saya dari karang turi boleh ikut ang

  8. andi says:

    mas aku dah lama nyari tau tentang silat dermayonan tp ra olih2.
    lamon olih kula pan melu mempelajarie apa syarate ? lan alamat lengkape ning ndi ?

  9. kherdz muntashil says:

    @kris
    terisi inderamayu , boleh saya main ke terisi

  10. setyobanyu says:

    punten…lamun beli salah silat kun arane silat tembel dermayon..silate para jawara dermayu bengen..kuen gah jare bapa tua e kula kunuh..Hehehe

  11. aswiralodra says:

    @ Khaerul
    Boleh saja mas, tapi silat disini cuman silat kampungan. Jadi disini belajarnya 180 derajat beda sama diperguruan besar!

  12. khaerul.anam says:

    Pingn ikt bljaar,kra2 bleh ∆ć√§k yya

  13. aswiralodra says:

    Waah, adoh ya. Kula sing kec. Pasekan bang. Lamon parek mah enak, bisa sharing…
    Mas kris dwe perguruan?

  14. kris says:

    mas apa nama silat nya solnya saya juga dari indrmayu

Silahkan Tulis Komentar....!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s